Tampilan Baru Kereta Kelas Ekonomi di Indonesia

Note: Untuk informasi mengenai rencana PT KAI menarik sementara waktu rangkaian Ekonomi terbaru ini, silakan cek post “Kereta Ekonomi Terbaru Dipetisi, Berikut Tindak Lanjut dari PT KAI“. Terima kasih.

Beberapa hari terakhir ini, tampilan baru kereta kelas Ekonomi di Indonesia sedang menjadi trending topic di kalangan railfans. Di media sosial dan forum diskusi banyak beredar foto dari produk terbaru buatan PT Industri Kereta Api (INKA) tersebut. Tidak seperti produk-produk PT INKA sebelumnya, produk kereta baru tersebut cukup menghebohkan para penggemar kereta api. Alasan utamanya, tampilan kereta kelas Ekonomi yang baru akan diluncurkan pada masa angkutan Lebaran tahun 2016 ini berbeda jauh dengan tampilan kereta kelas Ekonomi yang selama ini hilir-mudik di Pulau Jawa dan Sumatera.

Tampilan kereta kelas Ekonomi terbaru

Tampilan kereta kelas Ekonomi terbaru (diperoleh dari media sosial rekan railfans)

Perbedaan drastis tersebut terlihat baik dari aspek luar (eksterior) maupun dalam (interior). Dari segi eksterior, tampilan kereta kelas Ekonomi terbaru identik sekali dengan tampilan kereta kelas Eksekutif terbaru (seri K1 0 16 **) yang selama ini digunakan (secara fakultatif) pada rute Jakarta-Solo PP, Jakarta-Surabaya PP, dan dalam kesempatan tertentu, pada beberapa rute lainnya juga. Dua hal yang membedakan tampilan eksterior kereta kelas Ekonomi buatan tahun 2016 dengan kereta kelas Eksekutif produksi tahun yang sama adalah pada warna pintu kereta dan, tentunya, penomoran di dinding bagian bawah kereta. Untuk kereta kelas Ekonomi, warna yang digunakan pada pintu kereta adalah warna jingga/orange, sedangkan pada kereta kelas Eksekutif, digunakan warna biru. Adapun perihal penomoran, sama seperti sebelum-sebelumnya, yaitu K1 untuk kereta Eksekutif (kelas 1) dan K3 untuk kereta Ekonomi (kelas 3).

Tampilan eksterior kereta kelas Ekonomi terbaru

Tampilan eksterior kereta kelas Ekonomi terbaru (diperoleh dari media sosial rekan railfans)

Perubahan paling drastis ditemukan pada segi interior. Bila sebelum-sebelumnya kereta kelas Ekonomi terkenal dengan sandarannya yang tegak dan penumpang yang saling adu dengkul, kini kedua hal tersebut sudah hilang dari kereta kelas Ekonomi terbaru. Pada kereta Ekonomi seri K3 0 16 **hanya akan ada delapan kursi yang diposisikan saling berhadapan, yaitu pada dua baris yang berada di bagian tengah kereta. Sedangkan sisa kursi yang lain, dibuat menghadap ke arah yang sama, mengikuti arah hadap kursi di bagian tengah kereta. Dengan demikian, dalam satu perjalanan kereta akan ada setengah dari jumlah kursi yang menghadap searah dengan laju kereta dan setengah yang membelakangi arah laju kereta. Model kursi yang terpisah-pisah, dan penambahan arm rest di antara kursi yang bersebelahan untuk tiap penumpang juga menghilangkan kesan model bangku yang selama ini berlaku di kereta kelas Bisnis (K2) dan Ekonomi (K3). Sandaran kursinya pun dibentuk sedikit melengkung, tidak rata seperti pada model kursi kereta Ekonomi sebelumnya. Empat unit televisi juga menjadi fasilitas standar pada kereta Ekonomi buatan tahun 2016. Bila dilihat sekilas, model kursi pada kereta kelas Ekonomi terbaru identik dengan model kursi pada kabin pesawat kelas Ekonomi yang ditambahkan televisi model gantung.

Tampilan interior kereta kelas Ekonomi terbaru

Tampilan interior kereta kelas Ekonomi terbaru (diperoleh dari media sosial rekan railfans)

Lantas, pertanyaan yang muncul adalah, apakah jumlah penumpang kereta kelas Eksekutif akan berkurang dengan munculnya kereta kelas Ekonomi edisi terbaru? Banyak orang yang mengomentari, dengan drastisnya perubahan yang diterapkan pada interior kereta kelas Ekonomi terbaru, tentu akan banyak orang yang pindah dari kereta kelas Eksekutif ke kelas Ekonomi. Leg room yang lebih sempit dan tidak adanya reclining seat pada kereta kelas Ekonomi terbaru dipandang tidak akan mempengaruhi calon penumpang. Hal tersebut tentu serupa dengan tren low cost carrier (LCC) di dunia penerbangan. Meskipun minim fasilitas dibandingkan full service carrier, banyak orang kini mengandalkan jasa penerbangan LCC dikarenakan harga yang lebih terjangkau.

Perubahan tampilan pada kereta kelas Ekonomi terbaru tentunya dibarengi dengan prediksi bakal naiknya harga tiket kereta kelas Ekonomi. Melihat ke belakang, sejak munculnya kereta kelas Ekonomi AC dengan kapasitas 64-80 penumpang per kereta pada tahun 2010, tarif kereta kelas Ekonomi dengan design baru tersebut lebih mahal dibandingkan tarif kereta kelas Ekonomi model klasik (kapasitas 106 penumpang). Memang, hal tersebut juga tidak terlepas dari peran pemerintah yang memberikan subsidi (public service obligation/PSO) terhadap kereta-kereta Ekonomi dengan model lama tersebut, sedangkan pada kereta Ekonomi dengan model baru (Bogowonto, Gajah Wong, Majapahit, Menoreh, Krakatau, Jayabaya, dan Jaka Tingkir) tidak diberikan subsidi pemerintah, sehingga pengaturan tarif dilakukan pihak PT Kereta Api Indonesia. Dengan munculnya kereta kelas Ekonomi terbaru yang penampilannya berubah drastis, muncul juga dugaan bakal naiknya harga tiket kereta Ekonomi. Sekalipun memang pemerintah berkewajiban memberikan subsidi, namun tarif awal kereta Ekonomi ditetapkan oleh PT KAI selaku operator, sehingga bisa saja PT KAI menaikkan tarif awal kereta Ekonomi, sedangkan jumlah subsidi yang digelontorkan pemerintah tidak mengalami perubahan, sehingga pada akhirnya tarif kereta kelas Ekonomi menjadi lebih mahal. Misalkan, jika pada tahun ini tarif KA Matarmaja rute Jakarta-Malang di hari-hari biasa dipatok pada angka Rp. 110.000,- sekali jalan, ada kemungkinan bakal naik ke angka Rp. 150.000,- s/d Rp. 200.000,- sekali jalan bila telah menggunakan rangkaian kereta Ekonomi terbaru.

Sebagai info, rangkaian kereta kelas Ekonomi seri K3 0 16 ** yang telah siap dioperasikan akan digunakan pada KA Kutojaya Utara Tambahan selama masa angkutan Lebaran 2016, dengan harga tiket Jakarta-Kutoarjo sebesar Rp. 250.000,- sekali jalan. Harga tersebut lebih mahal daripada tiket sesama kereta kelas Ekonomi pada rute tersebut, yaitu KA Kutojaya Utara dan KA Kutojaya Utara Lebaran pada masa angkutan Lebaran 2016, yang dipatok di angka Rp. 125.000,- sekali jalan. Hanya saja, baik KA Kutojaya Utara maupun KA Kutojaya Utara Lebaran mendapatkan jatah PSO, sedangkan KA Kutojaya Utara Tambahan tidak. Apabila harga tiket KA Kutojaya Utara Tambahan dibandingkan dengan tiket kereta kelas Ekonomi non-PSO (Gajah Wong dan Jaka Tingkir) atau bahkan tiket kelas Bisnis (Fajar Utama Yogya dan Sawunggalih Pagi), hanya terdapat selisih 25-50 ribu rupiah lebih mahal dari harga tiket KA Kutojaya Utara Tambahan.

Sebenarnya, bila diperhatikan lebih lanjut, perubahan tampilan interior kereta kelas Ekonomi sebenarnya tidaklah mengejutkan. Hal tersebut sejalan dengan rencana PT KAI ketika masih dipimpin oleh Ignasius Jonan (kini Menteri Perhubungan RI), yaitu merampingkan jumlah kelas layanan penumpang kereta api dari tiga kelas menjadi dua, yaitu kelas Eksekutif dan Ekonomi. Penerapan dua kelas tersebut bisa dibilang serupa dengan sistem pembagian kelas kereta penumpang di Eropa. Di benua yang mengandalkan kereta api sebagai alat transportasi utama nasional maupun antarnegara, kebanyakan operator kereta api hanya menawarkan dua kelas di setiap rangkaian kereta api, yaitu kelas 1 dan kelas 2 (tanpa memasukkan kereta tidur dan kuset dalam perhitungan). Fasilitas pada kereta kelas 1 berupa kursi yang lebih lebar dan jarak antarkursi (leg room) yang lebih jauh. Bahkan, pada beberapa rangkaian kereta (seperti Eurostar dan TGV), seluruh kursi kelas 1 menghadap searah dengan laju kereta. Sedangkan pada kereta kelas 2, kursinya dibuat saling berhadapan, namun dengan ruang kaki yang sedikit lebih luas dibandingkan ruang kaki pada kereta kelas Ekonomi model standar di Indonesia. Hal yang menjadi pembeda antara satu rangkaian kereta dengan rangkaian lainnya adalah pada masalah kecepatan, sehingga di Eropa terdapat beberapa golongan kereta, seperti high-speed rail (kecepatan 200-350 km/h), medium-speed rail (masuk di dalamnya kategori EuroCity non-TGV/non-ICE untuk rute internasional serta kategori InterCity untuk rute domestik, dengan kecepatan 120-200 km/h), dan low-speed rail (kategori InterRegio dan Regio, dengan kecepatan di bawah 120 km/h).

Interior kereta kelas 1 di Rumania

Interior kereta kelas 1 di Rumania (dokumentasi pribadi)

Interior kereta kelas 2 di Rumania

Interior kereta kelas 2 di Rumania (dokumentasi pribadi)

Sejauh ini, di Indonesia, rangkaian kereta kelas Eksekutif masih berjalan terpisah dari rangkaian kereta kelas Ekonomi (pengecualian pada KA Malabar, Malioboro Ekspres, Gumarang, dan Harina), di mana KA kelas Eksekutif terkenal dengan waktu tempuh yang lebih singkat karena pemberhentian yang lebih sedikit. Namun, apabila jumlah kereta kelas Ekonomi terbaru sudah tersedia dalam jumlah banyak, tak tertutup kemungkinan PT KAI akan mengubah kebijakan operasional kereta yaitu dengan menggabungkan kereta kelas Eksekutif dan Ekonomi pada tiap rangkaian kereta api dan membedakan layanan kereta berdasarkan kecepatan rata-rata dan/atau jumlah pemberhentian, sehingga di setiap rute penumpang memiliki dua pilihan kelas layanan: Eksekutif atau Ekonomi.

Advertisements

One response to “Tampilan Baru Kereta Kelas Ekonomi di Indonesia

  1. Pingback: Kereta Ekonomi Terbaru Dipetisi, Berikut Tindak Lanjut dari PT KAI | IDrailnews·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s