Aksi Mogok Pegawai Kereta Api Perancis Masih Membayangi Piala Eropa

Aksi mogok pegawai kereta api di seantero Perancis, yang dimulai sejak awal bulan Juni, masih terus berlanjut sampai hari Rabu (08/06) kemarin, atau dua hari menjelang dimulainya perhelatan Piala Eropa 2016. Mengutip dari salah satu headline harian Kompas edisi 09 Juni 2016, hingga hari Rabu kemarin sejumlah pekerja layanan publik, khususnya di sektor transportasi, masih melakukan mogok massal untuk memprotes kebijakan Pemerintah Perancis. Bahkan, berdasarkan pemberitaan BBC, di hari yang sama sekitar 200 orang berdemo di Gare du Nord, Paris. Aksi unjuk rasa tersebut sempat menghambat prosesi kedatangan trofi Piala Eropa, yang sebelumnya dibawa ke sejumlah kota di Perancis.

Unjuk rasa di Gare du Nord, Paris

Unjuk rasa di Gare du Nord, Paris, sempat menghambat kedatangan trofi Piala Eropa (sumber foto: BBC)

Mengutip dari Reuters, ada dua hal yang memicu terjadinya aksi mogok massal selama seminggu terakhir ini, yaitu rencana liberalisasi perkeretaapian Uni Eropa pada tahun 2020 dan adanya perubahan terhadap perundang-undangan nasional Perancis di bidang ketenagakerjaan, di mana hal tersebut dapat mempermudah proses pengangkatan dan pemberhentian pekerja. Kebijakan kedua tersebut diambil Presiden Perancis, François Hollande, dalam usaha menekan tingkat pengangguran di Perancis yang sementara ini bertahan di angka 10 persen.

Akibat dari aksi mogok massal tersebut, saat ini Société Nationale des Chemins de Fer Français (SNCF), perusahaan kereta api nasional Perancis, telah menderita kerugian sebesar 300 juta euro, atau sekitar Rp. 4,5 triliun. Masih mengutip dari Reuters, Direktur Utama SNCF, Guillaume Pépy, menyatakan bahwa kerugian yang diderita SNCF akibat aksi mogok tersebut setara dengan jumlah keuntungan yang diperoleh operator kereta api nasional Perancis tersebut pada tahun 2015 lalu. Dirinya menyampaikan bahwa tidak ada lagi alasan untuk melanjutkan aksi mogok, dan optimis bahwa semuanya akan kembali normal sebelum Piala Eropa 2016 dimulai. Akan tetapi, optimisme Pépy tampaknya tidak tercermin pada pengumuman yang ada di situs resmi SNCF, yang menyatakan bahwa aksi mogok pegawai kereta masih dapat berlanjut sampai dengan batas waktu yang belum dapat dipastikan.

Pengumuman di situs resmi SNCF perihal aksi mogok pegawai kereta api

Pengumuman di situs resmi SNCF perihal aksi mogok pegawai kereta api

Seperti telah banyak diberitakan, Piala Eropa 2016 akan berlangsung mulai tanggal 10 Juni sampai dengan 10 Juli, di mana partai pembuka antara tim tuan rumah Perancis melawan tim nasional Rumania akan dihelat di Stade de France, Saint-Denis, pada 10 Juni 2016 pukul 20:00 waktu setempat (11 Juni 2016 pukul 02:00 WIB). Piala Eropa 2016 akan digelar di 10 kota di seluruh Perancis. Apabila aksi mogok yang dilakukan para pegawai kereta api di Perancis masih berlanjut saat berlangsungnya Piala Eropa, dapat dibayangkan para suporter akan cukup kesulitan berpindah dari kota yang satu ke kota lainnya di Perancis. Hal tersebut mengingat peran kereta api yang cukup vital dalam menunjang mobilitas, baik di Eropa secara umum maupun di Perancis secara khusus. Berdasarkan data yang diperoleh dari situs resmi SNCF, saat ini bagian SNCF Réseau mengelola sekitar 15 ribu perjalanan kereta api setiap harinya.

Sumber berita:

  1. BBC: French strikes spread to bin collections ahead of Euro 2016
  2. Kompas Cetak, edisi 09 Juni 2016
  3. Reuters: French rail boss hopes to end strike before Euro 2016 kick-off
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s