Proses Boarding Kereta Api Indonesia Kini Sama Dengan di Bandar Udara

Beberapa tahun belakangan ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menerapkan sistem boarding di mayoritas stasiun kereta api. Sistem yang menyerupai prosedur yang selama ini dijalankan di seluruh bandar udara di dunia tersebut bertujuan untuk membatasi jumlah orang yang masuk ke dalam area peron stasiun. Adapun sistem boarding yang selama ini dijalankan oleh PT KAI adalah cukup dengan menunjukkan tiket beserta identitas penumpang yang berlaku.

Seiring berjalannya waktu, kini PT KAI hendak memperbarui sistem boarding mereka. Terhitung mulai hari Senin, 22 Februari 2016, PT KAI akan melakukan uji coba sistem boarding yang baru dimulai di Stasiun Bandung. Dari beragam informasi yang berhasil IDrailnews himpun, berikut adalah alur proses boarding yang akan segera diujicobakan oleh pihak PT KAI:

  • Penumpang wajib menukarkan bukti transaksi perjalanan kereta api di check-in counter yang tersedia di stasiun, adapun bukti transaksi yang wajib ditukarkan dapat berupa:
    • Struk pembayaran reservasi tiket lewat ATM atau channel eksternal lainnya;
    • Pesan singkat (SMS) dan/atau surat elektronik (e-mail) notifikasi pelunasan pembayaran reservasi tiket melalui channel eksternal online;
    • Blanko tiket yang dipesan melalui loket stasiun (baik hasil reservasi maupun pembelian go show);
  • Bukti transaksi perjalanan kereta api tersebut di atas ditukarkan dengan boarding pass di check-in counter;
  • Boarding pass tersebut harus dicocokkan dengan identitas penumpang yang berlaku di boarding counter;
  • Proses boarding dapat dilakukan paling cepat 3 (tiga) jam sebelum waktu keberangkatan kereta api yang tertera pada bukti reservasi.

Catatan: info lebih jelas mengenai sistem check-in dapat dibaca pada artikel “Mencoba Sistem Check In dan Boarding Pass Baru di Stasiun Bandung“.

Brosur pemberitahuan uji coba sistem boarding baru

Brosur pemberitahuan uji coba sistem boarding baru

Jika diperhatikan lebih lanjut, maka langkah-langkah proses boarding tersebut sangat menyerupai dengan proses boarding yang selama ini telah dijalankan di setiap bandar udara di seluruh dunia. Proses boarding serupa dengan yang akan diterapkan oleh PT KAI tersebut sejatinya bukanlah hal baru di dunia perkeretaapian secara global. Eurostar, perusahaan yang mengelola kereta api supercepat rute London-Paris dan London-Brussels, telah lebih dahulu menerapkan sistem boarding, di mana setiap penumpang Eurostar diwajibkan berada di stasiun pemberangkatan paling lambat 30-45 menit sebelum waktu keberangkatan (atau 10 menit untuk penumpang kelas Business Premier). Bedanya dengan sistem boarding yang akan diterapkan PT KAI, Eurostar mengintegrasikan proses boarding mereka dengan pemeriksaan paspor (visa UK/Schengen, tergantung tujuan) para penumpang, dikarenakan Eurostar merupakan layanan kereta api lintas batas negara.

Kembali ke Indonesia. Jika dalam rangka uji coba di Stasiun Bandung mulai tanggal 22 Februari 2016 nanti semuanya berjalan lancar, maka dapat dipastikan sistem boarding baru tersebut akan segera diterapkan juga di stasiun-stasiun pemberangkatan kereta api jarak menengah dan jauh lainnya di Indonesia.

Sekian informasi yang dapat IDrailnews sampaikan perihal rencana pembaruan sistem boarding oleh PT KAI.

Advertisements

One response to “Proses Boarding Kereta Api Indonesia Kini Sama Dengan di Bandar Udara

  1. Pingback: Mencoba Sistem Check In dan Boarding Pass Baru di Stasiun Bandung – IDrailnews·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s