Naik Kereta Api Mengitari Setengah Pulau Jawa (Part 3)

Rabu, 17 Desember 2014, 12:00 WIB.

Setelah melakukan perjalanan kereta api selama 5 jam dari Kutoarjo, akhirnya saya tiba di stasiun kereta api jarak jauh (yang katanya) tersibuk di Indonesia. Bahkan Stasiun Pasar Senen yang ramai diliput media massa di kala musim mudik Lebaran pun kabarnya kalah sibuk dibanding Stasiun Cirebon.

Stasiun Cirebon (baik Kejaksan maupun Prujakan) dinobatkan sebagai stasiun kereta api jarak jauh tersibuk di Indonesia dengan jumlah perjalanan yang dilayani mencapai angka minimal 72 perjalanan kereta api per harinya: 30 perjalanan KA kelas Eksekutif, 14 perjalanan KA kelas campuran, 10 perjalanan KA kelas Bisnis, dan 18 perjalanan KA kelas Ekonomi (khusus kelas Ekonomi berhenti di Prujakan, kecuali KA Krakatau); dan ini semua belum termasuk sejumlah perjalanan KA tambahan yang beroperasi bila diperlukan, juga kereta api peti kemas yang wara-wiri Tanjung Priok-Kalimas atau rute kereta barang lainnya. Itu semua dikarenakan lokasi Cirebon yang sangat strategis: terletak di percabangan jalur kereta api lintas utara (Jakarta-Semarang-Surabaya) dengan jalur kereta api lintas selatan (Jakarta-Purwokerto-Yogyakarta-Surabaya/Malang). Praktis, hampir semua kereta api jarak jauh dari dan menuju Jakarta berhenti di salah satu dari dua stasiun di Kota Cirebon (kecuali Argo Parahyangan dan Serayu).

Rabu siang itu, Kereta Api Sawunggalih Pagi yang saya tumpangi dari Stasiun Kutoarjo tiba bersamaan dengan datangnya Kereta Api Argo Jati dari Stasiun Gambir. Mayoritas penumpang langsung berbondong-bondong menuruni tangga menuju underpass stasiun, tapi ada juga yang berjalan hingga ke ujung utara peron (arah Jakarta) untuk keluar lewat pintu samping stasiun, termasuk saya, karena ingin merekam keberangkatan KA Sawunggalih Pagi menuju Ibu Kota. Selagi kereta tersebut berakselerasi, terdengar pengumuman mengenai barang bawaan penumpang yang tertinggal di dalam rangkaian KA Argo Jati yang baru tiba dari Jakarta.

Bahkan, sebelum KA Sawunggalih Pagi kembali melanjutkan perjalanannya, dari arah Jakarta datang Kereta Api Argo Dwipangga tujuan Solobalapan yang saat itu terlambat 30 menit lebih…

Kereta Api Argo Dwipangga tiba di Stasiun Cirebon

Kereta Api Argo Dwipangga tiba di Stasiun Cirebon

Setelah merekam keberangkatan KA Sawunggalih Pagi, saya sebenarnya berencana untuk mendatangi perlintasan kereta api terdekat dari stasiun, akan tetapi panasnya suhu tengah hari di Cirebon mengurungkan niat saya itu. Saya akhirnya mendarat di pojokan ruang tunggu utama stasiun, yang paling dekat dengan jendela buram yang menjadi pembatas ruang tunggu dengan peron. Walaupun terhalang buramnya jendela, saya masih bisa melihat-lihat kereta api yang hilir mudik di stasiun tersebut.

Satu kereta yang sempat menarik perhatian saya adalah KA Gaya Baru Malam Selatan tujuan Surabaya Gubeng. Normalnya, kereta api kelas Ekonomi tersebut berjalan langsung di Stasiun Kejaksan, akan tetapi siang itu kereta yang ditarik lokomotif bernomor CC 203 18 itu malah berhenti cukup lama di stasiun tersebut, sekitar 20 menit. Entah apa alasannya KA Gaya Baru itu berhenti luar biasa (BLB) di Stasiun Cirebon.

Ruang tunggu Stasiun Cirebon siang itu tak hanya dipenuhi para penumpang dengan tujuan kota-kota di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, atau Jawa Timur, tetapi ada juga yang akan berangkat menuju Ibu Kota, baik itu menggunakan KA Argo Jati dan Cirebon Ekspres, maupun yang menumpang kereta api dari berbagai kota dengan tujuan yang sama: Jakarta. Tingginya jumlah penumpang dari Cirebon menuju Jakarta membuat PT KAI memberikan tarif khusus bagi penglaju dari Cirebon menuju Jakarta, di mana harga tiket kereta api dari jalur selatan (Yogyakarta, Solo, dan Kutoarjo/Cilacap) untuk rute Cirebon-Jakarta dipatok pada harga sekitar 120-150 ribu rupiah, tergantung kelasnya, sedikit lebih mahal dari tarif batas atas KA Argo Jati/Cirebon Ekspres.

Singkat cerita, setelah sekian banyak kereta api datang dan pergi, tiba waktunya bagi para penumpang Kereta Api Ciremai Ekspres untuk bersiap di peron jalur 1. Sekitar pukul 14:00, rangkaian kereta api kelas Eksekutif dan Bisnis itu tiba dari Bandung, ditarik lokomotif bernomor CC 206 65. Saya sempat kecewa ketika pertama kali melihat rangkaian yang datang, dikarenakan unit kereta terbaru milik dipo CN, dengan nomor seri K1 0 14 02, diposisikan sebagai Eksekutif 2, bukannya Eksekutif 1. Tapi, begitu melihat nomor seri dari unit yang diposisikan sebagai Eksekutif 1, rasa kecewa itu langsung hilang. K1 0 66 26 CN tak kalah kerennya dari K1 0 14 02; walau sudah berumur, unit kereta yang satu ini dilengkapi dengan kursi bernuansa biru, AC yang dingin, dan bogie jenis K8 (jenis bogie dengan guncangan yang lebih empuk dibandingkan bogie K5 yang digunakan kebanyakan unit kereta di Indonesia). Untuk lebih mempercantik bagian interior, di dinding depan dan belakang K1 0 66 26 ini dipasangkan cutting sticker bermotif batik.

Interior KA Ciremai Ekspres (K1 0 66 26 CN)

Interior KA Ciremai Ekspres (K1 0 66 26 CN)

Satu hal lagi yang membuat perjalanan siang itu terasa “makin nyaman”, adalah mengenai ongkos yang saya keluarkan untuk perjalanan tersebut. Ketika melirik ke arah tiket penumpang di sebelah saya, tertulis di sana harga tiket sebesar 115 ribu rupiah, sedangkan saya cukup membeli tiket dengan uang sebesar Rp. 71.500,-: harga promosi Rp. 79.000,- dikurangi lagi diskon pembelian online Rp. 7.500,-. Sudah murah, dapat fasilitas yang sama nyamannya pula dengan penumpang yang bayar tarif penuh, hehehe…

Tiket promo KA Ciremai Ekspres, 79 ribu rupiah saja...

Tiket promo KA Ciremai Ekspres, 79 ribu rupiah saja…

Menjelang waktu keberangkatan KA Ciremai Ekspres pada pukul 14:55, terdapat tiga rangkaian kereta api yang siap berangkat: dua menuju Jakarta (Argo Bromo Anggrek dan Argo Jati) serta Ciremai Ekspres tujuan Bandung. Sesuai dengan hierarki Grafik Perjalanan Kereta Api, kereta yang pertama kali diberangkatkan adalah Argo Bromo Anggrek, disusul Argo Jati, dan setelah itu Ciremai Ekspres. Hal tersebut membuat kereta api yang saya tumpangi sedikit terlambat berangkat dari Stasiun Cirebon.

Persawahan kembali mendominasi pemandangan sepanjang perjalanan dari Cirebon sampai Cikampek, hanya saja berbeda dengan perjalanan kereta melintasi Daop II Bandung atau Daop V Purwokerto, dalam perjalanan di lintas Cirebon-Cikampek tidak terdapat deretan pegunungan yang melatarbelakangi hamparan sawah di pinggir jalur kereta api.

Persawahan di pinggir jalur KA Cirebon-Cikampek

Persawahan di pinggir jalur KA Cirebon-Cikampek

Kereta Api Ciremai Ekspres yang saya tumpangi sempat pula berpapasan dengan sejumlah kereta api dari arah Jakarta: pertama-tama kereta peti kemas tujuan Kalimas, disusul KA Bengawan tujuan Purwosari, KA Jaka Tingkir tujuan Purwosari, KA Jayabaya tujuan Malang, kereta peti kemas tujuan Kalimas, KA Krakatau tujuan Kediri, KA Cirebon Ekspres tujuan Cirebon, KA Kertajaya tujuan Surabaya Pasarturi, dan terakhir KA Matarmaja tujuan Malang. Akan tetapi, sibuknya jalur kereta api Cirebon-Cikampek ini ternyata tidak membuat kawanan hewan ternak takut merumput di pinggir rel kereta api…

Kumpulan hewan ternak yang asyik merumput di sisi rel kereta api...

Kumpulan hewan ternak yang asyik merumput di sisi rel kereta api…

Sepanjang perjalanan, langit tak lagi secerah ketika saya meninggalkan Kota Cirebon. Bahkan, ketika kereta berhenti di Stasiun Haurgeulis, hujan mulai turun. Mendungnya langit di luar, ditambah dinginnya AC kereta dan kekurangan tidur malam sebelumnya, membuat saya mulai mengantuk, tetapi belum sampai tertidur. Ketika kereta berhenti di Cikampek, saya pindah ke Eksekutif 2, tidak lain untuk memotret interior K1 0 14 02 yang belum genap setahun di-retrofit. Model jendelanya didesain mirip jendela pesawat; model jendela ini menjadi standar kereta Eksekutif buatan atau hasil retrofit sejak tahun 2009 (pengecualian khusus untuk rangkaian KA Argo Bromo Anggrek, yang tidak diubah model kacanya, juga kereta wisata). Unit televisi di bagian tengah kereta kembali dihadirkan di kereta-kereta hasil retrofit mulai tahun 2014 (termasuk K1 0 14 02), setelah terakhir kali muncul di unit-unit kereta kelas Eksekutif Argo buatan tahun 2002 (dan saat ini telah dicopot); akan tetapi, khusus untuk perjalanan KA Ciremai Ekspres, unit TV tambahan itu tidak terlalu berpengaruh, karena tidak tersedianya fitur media audio visual di rangkaian KA Ciremai Ekspres.

Interior KA Ciremai Ekspres (K1 0 14 02 CN)

Interior KA Ciremai Ekspres (K1 0 14 02 CN)

Eksterior K1 0 14 02, dengan jendela kecil mirip jendela pesawat, versus eksterior K1 0 66 26, dengan jendela lebar. Masing-masing penumpang, bahkan di antara para railfans sekalipun, terdapat perbedaan pilihan: ada yang suka model jendela kecil, ada pula yang lebih suka model jendela lebar. Anda pilih yang mana?

K1 0 14 02, jendela kecil mirip di pesawat...

K1 0 14 02, jendela kecil mirip di pesawat…

K1 0 66 26, jendela model "klasik" yang lebar...

K1 0 66 26, jendela model “klasik” yang lebar…

Rasa kantuk pada akhirnya berhasil menaklukkan saya. Belum satu jam meninggalkan Cikampek, akhirnya saya tertidur pulas. Begitu terbangun, kereta telah tiba di Stasiun Cimahi. Sepuluh menit berselang, akhirnya Kereta Api Ciremai Ekspres tiba di tujuan akhirnya, Stasiun Bandung. Dengan demikian, berakhir pulalah sesi perjalanan saya mengelilingi setengah Pulau Jawa dengan tiga kelas kereta api penumpang yang berbeda, mulai dari Ekonomi (Kutojaya Selatan Bandung-Kutoarjo), Bisnis (Sawunggalih Pagi Kutoarjo-Cirebon), dan ditutup dengan kelas Eksekutif (Ciremai Ekspres Cirebon-Bandung).

Target saya selanjutnya, jika ada kesempatan di kemudian hari, tentunya adalah mengelilingi tidak hanya setengah Pulau Jawa, tapi seluruh Pulau Jawa dengan kereta api: bahkan kalau memungkinkan, sekaligus menyeberang ke Pulau Bali dan/atau Pulau Sumatera. Target yang telah dipasang sejak lama, tapi belum pernah terlaksana sampai saat ini. Ya, mungkin waktunya yang belum tepat…

Sebagai penutup dari rangkaian laporan perjalanan saya, berikut dilampirkan laporan perjalanan kereta api (LAPKA) Ciremai Ekspres pada hari Rabu, 17 Desember 2014:

Laporan Perjalanan Kereta Api (LAPKA)

Nama Kereta: CIREMAI EKSPRES

Nomor Kereta: 93/96

Jadwal Berangkat: CIREBON (CN), 17 DEC 2014 14:55

Realisasi: CIREBON (CN), 17 DEC 2014 15:00 (+ 5 menit)

Jadwal Tiba: BANDUNG (BD), 17 DEC 2014 18:45

Realisasi: BANDUNG (BD), 17 DEC 2014 19:06 (+ 21 menit)

Durasi Perjalanan: 4 jam 6 menit

Formasi Rangkaian: CC 206 63 – P – 2 K1 – M1 0 67 01 – 3 K2 – B

Dipo Induk Lokomotif: Yogyakarta (YK)

Dipo Induk Rangkaian: Cirebon (CN), Surabaya Pasar Turi (SBI)

// 15:00 CIREBON (CN)

LS. 15:06 km ** CNK, X KA Peti Kemas TPK-KLM

LS. 15:07 Cangkring (CNK)

LS. 15:09 km ** BDW, X KA 164 Bengawan PSE-PWS

LS. 15:10 Bangoduwa (BDW)

LS. 15:14 Arjawinangun (AWN)

LS. 15:18 Kaliwedi (nonaktif), X KA 7042 Jaka Tingkir PSE-PWS

LS. 15:24 Kertasemaya, X KA 7024 Jayabaya PSE-ML

15:30-15:32 Jatibarang (JTB)

LS. 15:40 km ** TLS, X KA Peti Kemas TPK-KLM

LS. 15:41 Telagasari (TLS)

LS. 15:46 Terisi (TIS)

LS. 15:48 km ** TIS, X KA 141/140 Krakatau MER-KPB-KD

LS. 15:50 Kadokangabus (KAB)

LS. 15:56 Cilegeh (CLH)

LS. 16:01 km ** HGL, X KA 64 Cirebon Ekspres GMR-CN

16:04-16:06 Haurgeulis (HGL), X KA 158 Kertajaya PSE-SBI

16:13-16:15 Cipunegara (CRA)

LS. 16:24 Pegadenbaru (PGB)

LS. 16:31 Cikaum (CKM)

LS. 16:35 Pasirbungur (PAS)

LS. 16:40 Pringkasap (PRI)

LS. 16:44 Pabuaran (PAB), X KA 152 Matarmaja PSE-ML

LS. 16:47 Tanjungrasa (TJS)

(DAOP III CN | DAOP I JAKK)

16:58-17:14 Cikampek (CKP), X KA 72 Gumarang JAKK-SBI, X KA 10095 Ciremai Ekspres BD-CN

(DAOP I JAKK | DAOP II BD)

LS. 17:21 Cibungur (CBR)

LS. 17:25 Sadang (SAD)

LS. 17:31 Purwakarta (PWK)

LS. 17:40 Ciganea (CA)

LS. 17:42 km ** CA, X KA 29 Argo Parahyangan BD-GMR

LS. 17:50 Sukatani (SUT)

LS. 17:58 Plered (PLD)

[…ketiduran…]

18:54-18:56 Cimahi (CMI)

LS. 18:59 Cimindi (CMD)

LS. 19:02 Andir (AND)

LS. 19:03 Ciroyom (CIR)

\\ 19:06 BANDUNG (BD)

LS. = Berjalan langsung

X = Bersilang dengan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s