Naik Kereta Api Mengitari Setengah Pulau Jawa (Part 1)

Catatan:

Sebenarnya sebagian dari tulisan ini sudah pernah dimuat di forum pecinta kereta api Semboyan35 (www.semboyan35.com), tapi karena kesibukan dengan tugas akhir, tulisan ini belum sempat dirampungkan sebelum website di atas mengalami masalah, dan sayangnya hingga saat ini website tersebut belum bisa diakses. Untuk itu, saya ingin memuat kembali tulisan ini di sini, tapi dalam versi yang sedikit dipersingkat dibandingkan tulisan aslinya di forum Semboyan35.

Selasa, 16 Desember 2014, 18:15 WIB.

Stasiun Bandung adalah stasiun utama di Kota Bandung. Hampir semua kereta api jarak jauh dengan tujuan Kota Kembang mengawali dan mengakhiri perjalanannya di stasiun ini. Hampir semua sama artinya dengan tidak semua. Ya, sama seperti halnya Stasiun Tugu dan Stasiun Lempuyangan di Yogyakarta, di Bandung juga diberlakukan pemisahan titik pemberhentian antara kereta komersial (kelas Eksekutif, Bisnis, dan Ekonomi AC nonsubsidi) dengan kereta Ekonomi AC bersubsidi. Di Bandung, kereta-kereta Ekonomi AC bersubsidi berhenti di Stasiun Kiaracondong.

Malam itu, saya datang ke Stasiun Bandung bukan untuk naik salah satu dari kereta api jarak jauh yang berangkat dari stasiun itu, tapi untuk naik KA Lokal Bandung Raya menuju Stasiun Kiaracondong. Ketika saya tiba di Stasiun Bandung, ternyata loket belum dibuka. Maklum, kereta berikutnya baru akan berangkat menjelang jam 8 malam, sedang saat itu waktu baru menunjukkan jam 6 lewat 15 menit. Sambil menunggu dibukanya loket, saya duduk di kursi yang ada di pojok belakang ruang tunggu stasiun. Bukan karena mau mojok, tapi karena kursi itu satu-satunya kursi kosong di pinggir teralis pembatas ruang tunggu dengan peron. Dari kursi itu, saya bisa leluasa melihat pergerakan kereta di dalam, bahkan sampai memotret suasana di peron saat itu.

Stasiun Bandung, 16 Desember 2014.

Stasiun Bandung, 16 Desember 2014. KA Lodaya Malam tujuan Solobalapan di latar belakang.

Tepat pukul 19:00, loket penjualan karcis KA Lokal tujuan Cicalengka dibuka. Sejak bulan Desember 2014, ukuran tiket KA Lokal Bandung Raya yang sempat melebar kembali menyusut, kali ini menjadi seukuran tiket parkir di pusat-pusat perbelanjaan. Satu-satunya kekurangan dari model tiket baru ini, tidak bisa dijadikan barang koleksi seperti tiket-tiket KA jarak jauh atau model tiket KA lokal tempo doeloe, karena tulisan yang dicetak lama-kelamaan terhapus. Biar tetap bisa dikoleksi, akhirnya saya foto karcis tersebut. Sekalian buat dokumentasi perjalanan malam itu.

Tiket KA Lokal Bandung Raya

Tiket KA Lokal Bandung Raya

Singkat cerita, KA lokal yang ditunggu datang dan mengantar saya menuju Stasiun Kiaracondong. Saya tiba bersamaan dengan dimulainya proses boarding penumpang KA Kutojaya Selatan tujuan akhir Kutoarjo. Mayoritas penumpang duduk di kereta nomor 1 sampai 3. Saya sendiri memilih kursi nomor 17D di kereta nomor 5. Kursi yang menghadap ke belakang tidak menjadi masalah buat saya, toh apa juga yang mau dilihat ke luar jendela dalam perjalanan kereta api malam. Beda ceritanya dengan perjalanan kereta api siang, duduk menghadap belakang tentu akan mengurangi kenikmatan perjalanan. Di kursi yang berhadapan dengan saya, duduk seorang bapak dengan anak perempuannya. Mereka mengantongi tiket tujuan Sidareja.

Sebelum kereta diberangkatkan, saya sempatkan memotret interior KA Kutojaya Selatan yang saya tumpangi. Kereta nomor 5 yang ada di bagian belakang rangkaian KA Kutojaya Selatan tidak terisi sepenuh kereta-kereta di bagian depan rangkaian. Begitu kereta berangkat, sejumlah penumpang berpindah mengisi kursi-kursi yang masih kosong, sehingga ada yang bisa meluruskan kaki, bahkan hingga tidur tanpa harus menggelar koran di lantai kereta.

Interior KA Kutojaya Selatan

Interior KA Kutojaya Selatan

Singkat cerita, KA Kutojaya Selatan malam itu berangkat dari Stasiun Kiaracondong tepat pukul 21:05. Pemeriksaan tiket penumpang di kereta nomor 5 baru dilakukan setelah KA Kutojaya Selatan melintasi Stasiun Cibatu. Begitu pemeriksaan tiket selesai, kursi di seberang gang masih kosong. Saya ditawarkan bapak di depan saya untuk selonjoran di sana, di kursi yang ukurannya lebih panjang itu. Setelah saya pindah, bapak tadi langsung pindah ke kursi yang saya tempati sebelumnya, sehingga anaknya bisa tidur dengan nyaman di kursi di hadapan sang bapak.

Di tempat duduk saya yang baru, saya sempat tidur, walau tidak lama. Saya selalu terbangun saat kereta api berhenti, seperti saat bersilang dengan KA Pasundan di Stasiun Cipeundeuy atau saat bersilang dengan KA Kahuripan dan Lodaya Malam di Stasiun Tasikmalaya. Terakhir kali saya terbangun saat kereta berhenti di Stasiun Sidareja, dan sejak dari Sidareja sampai Kutoarjo saya tidak lagi bisa tidur.

Sesuai dengan pembicaraan sewaktu masih di Bandung, bapak dan anak yang tadinya duduk di depan saya, telah menghilang ketika saya terbangun di Stasiun Sidareja. Selain menaikturunkan penumpang, di stasiun itu KA Kutojaya Selatan harus mengalah dengan KA Malabar yang datang dari arah Malang. Tetapi, begitu kereta tiga kelas itu lewat, KA Kutojaya Selatan masih belum diizinkan melanjutkan perjalanannya. Lagi-lagi masih harus mengalah dengan KA Turangga, ekspres malam dari Surabaya. Perjalanan kereta jadi terlambat satu jam. Dari yang seharusnya meninggalkan Stasiun Sidareja pukul 01:26, malam itu KA Kutojaya Selatan baru berangkat pukul 02:22. Di sepanjang perjalanan yang tersisa, terasa kereta dipacu lebih cepat dari sebelumnya. Selain karena medan yang tidak lagi sesulit jalur KA Bandung-Banjar, juga untuk mengurangi keterlambatan perjalanan.

Perlahan, keterlambatan benar-benar berkurang. Dari Sidareja terlambat 1 jam, begitu tiba di Kroya keterlambatan tinggal 40 menit saja. Di stasiun tersebut, lokomotif KA Kutojaya Selatan diganti. Selain untuk pergantian lokomotif, juga sekaligus bersilang dengan KA Mutiara Selatan dari Surabaya tujuan Bandung. Berangkat dari Kroya dengan keterlambatan 53 menit, kereta tiba di Kebumen terlambat hanya 31 menit dari jadwal tepat jam 4 subuh. Hasil akhir, kereta tiba di Stasiun Kutoarjo (pemberhentian terakhir) pukul 04:57. Terlambat (hanya) 12 menit dari jadwal pukul 04:45. Kaget, tentu saja. Baru kali ini merasakan naik kereta api yang sempat terlambat satu jam, tapi begitu tiba di tujuan akhir, keterlambatannya tinggal kurang dari seperempat jam. Tapi ternyata hal itu bukan sesuatu yang aneh buat teman saya yang sering naik KA Kutojaya Selatan. Rupa-rupanya, kereta yang satu ini memang terkenal paling gampang memangkas waktu tempuh. Kalau perjalanannya tidak menemukan hambatan, Kutojaya Selatan bisa tiba di Kutoarjo lebih cepat dari jadwal. Kalaupun terlambat seperti yang saya alami, kereta bisa tiba di Kutoarjo tanpa mengalami keterlambatan parah.

Sebagai penutup dari trip report ini, berikut saya lampirkan detail laporan perjalanan kereta api (LAPKA) Kutojaya Selatan Kiaracondong-Kutoarjo keberangkatan Selasa, 16 Desember 2014.

Laporan Perjalanan Kereta Api (LAPKA)

Nama Kereta: KUTOJAYA SELATAN

Nomor Kereta: 184

Jadwal Berangkat: KIARACONDONG (KAC), 16 DEC 2014 21:05

Realisasi: KIARACONDONG (KAC), 16 DEC 2014 21:05 (+ 0 menit)

Jadwal Tiba: KUTOARJO (KTA), 17 DEC 2014 04:45

Realisasi: KUTOARJO (KTA), 17 DEC 2014 04:57 (+ 12 menit)

Durasi Perjalanan: 7 jam 52 menit

Formasi Rangkaian: CC 203 02 – 2 K3 – KMP3 0 08 04 – 4 K3 – K2 LD

Dipo Induk Lokomotif: Bandung (BD)

Dipo Induk Rangkaian: Kutoarjo (KTA)

// 21:05 KIARACONDONG (KAC)

LS. 21:12 Gedebage (GDB)

LS. 21:15 Cimekar (CMK)

LS. 21:19 Rancaekek (RCK)

LS. 21:23 Haurpugur (HRP)

LS. 21:27 Cicalengka (CCL)

LS. 21:42 Nagreg (NG)

LS. 21:54 Lebakjero (LBJ)

LS. 22:04 Leles (LL)

LS. 22:19 Cibatu (CB)

22:38-22:45 Bumiwaluya (BMW), X KA 225 Serayu Malam PWT-JAKK

22:57-23:09 Cipeundeuy (CPD), X KA 159 Pasundan SGU-KAC

23:54-00:00 Tasikmalaya (TSM)

00:27-00:49 Ciamis (CI), X KA 161 Kahuripan KD-KAC, X KA 75 Lodaya Malam SLO-BD

01:17-01:24 Banjar (BJR)

(DAOP II BD | DAOP V PWT)

01:55-02:22 Sidareja (SDR), X KA 97 Malabar ML-BD, X KA 47 Turangga SGU-BD

LS. 02:29 Gandrungmangun (GDM)

02:38-02:39 Kawunganten (KWG)

LS. 02:51 Jeruklegi (JRL)

03:05-03:07 Maos (MA)

03:21-03:40 Kroya (KYA), ganti lok CC 201 61 PWT, X KA 113 Mutiara Selatan SGU-BD

03:46-03:47 Kemranjen (KJ)

03:54-03:56 Sumpiuh (SPH)

04:31-04:34 Kebumen (KM)

LS. 04:47 Prembun (PRB)

\\ 04:57 KUTOARJO (KTA)

LS. = Berjalan langsung

X = Bersilang dengan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s